Selasa, 29 Agustus 2017

Sawadeekap Thailand


Sawadeekap sesuai dengan salamnya kali ini gua akan menceritakan tentang perjalanan gue di negeri gajah.

Yap betul lampung.

BANGSAT!!!!

Bukan. Ya bercanda,bercanda. Thailand.
Sawadeekap  artinya tuh kaya salam kaya asalamualaikum lah. jadi judulnya sama-sama miriplah kaya asalamualaikum paris. ga mendukung juga.

focus boy

Rabu, 02 Agustus 2017

Fajar Berkata Lain (Part 11)

Cinta ga pernah salah. 
cewek ga pernah salah

Punya cewek namanya cinta abis udah hidup
lu-Rangga 32 tahun new york


Sebelum SUCI dimulai anak-anak batavia mauu melakukan refreshing dulu untuk kita rayakan di dufan, dan bermain di Dufan. Mugabe yang dulunya adalah anak yang dipasung senang sekali mendengar  hal ini .

“Asik Dufan” seru mugabe

“Dufan itu apa dit ya” 5 detik kemudian

Dan perlu sekitar 13 menit 11 detik untuk membuat mugabe paham apa itu konsep dufan.

dan kita akan bermain dengan free karena adit sebagai PNS katanya mau nyumbang. Dan batavia memang punya uang kas loh. Jadi setiap ada yang dapat duit kita biasanya malakin.

Malam itu akhirnya gue nelpon ke devi bahwa gue akan main ke dufan

“woi dev besok gue mau ke dufan dong”

“loh kan sama gue juga ya”

“hahahaha iya biar kita rileks dulu”

“ibarat kata budak yang mau disuruh kerja berat tapi dikasih makan kenyang gitu ya”

“yah bisa jadi tapi kok Pshyco banget ya”

“hahahaha”

“gue selalu senang jika berusan dengan devi” tawanya, senyumnya, suaranya entah kenapa selalu bersinergi dengan gue, ngebuat gue merasa bahwa dia adalah The One yang gue cari.

“ Oh iya by the way kemaren gue jalan sama opik.”

“hieee serius”


Mardiyansyah


Namanya adalah Mardiansyah seorang laki-laki tidak tampan tapi mengaku tampan, Tidak kaya tapi sombong, Sering dipanggil Dian atau mbak Dian.   Laki-laki yang kalo ngelawak kadang kita harus mikir dulu. tentang jokesnya seperti jokesnya  yang berkata

“kenya itu kalo kita abis makan tuh kenya”

atau

“angin-angin apa yang bisa ngangkat mobil”

“Angin puyuh”

“salah yang bener angin puting beliung BRITAMA”

Sungguh jokes yang ngebuat kita mikir. Akan tetapi sebagai seorang lelaki yang berprilaku ceria kali ini dia terlihat sangat murung sekali. Yah lelaki itu adalah gue sendiri. Entah kenapa gue menuliskan cerita yang harusnya dari pola pandang orang pertama akan tetapi gue melihat pola pandang orang ketiga di awal-awal cerita ini.

Mungkin gue hanya ingin kalian tahu bahwa bagaimana diri gue dan bagaimana terpuruknya gue saat ini. Mungkin gue hanya ingin kalian merasakan dan memahami secara dekat dan seolah berada di sebelah gue yang sedang kesepian ini. Melihat dan membayangkan secara langsung bagaimana patah hati bisa membuat seorang lelaki yang bisa tertawa terbahak-bahak hanya dengan mengunakan jokes receh kini duduk di depan laptop terdiam dan mengetik semua kesedihannya.

Bagaimana semua bermula?

Kamis, 20 Juli 2017

sang (de)mentor (Part 10)

                 Sekarang gue berada di sebuah rumah yang cukup besar.  Yah. Setelah lolos gue sebenarnya masih punya beberapa waktu untuk benar-benar lomba. Jadi kita benar-benar serius untuk menulis selama itu. akan tetapi materi gue rasanya juga kurang-kurang lucu banget jadi gue memutuskan untuk ke tempat bang arif didu.

                “be, kita ke rumah bang arif  didu yuk”

                “boleh. Tapi kita japri dulu ke dianya”

                “oke be”

                                Bang, hari ini kita ke rumah lu ya buat minta nasehat abang. Baiknya gimana?
                Ga lama setelah itu akhirnya dibalas.

                                Boleh akan tetapi tolong bawain martabak yang enak ya.

                Karena gue tahu kita butuh ilmunya dia. maka gue segera kesana.  Maka gue segera mengiyakan akan tetapi ternyata sampai disana rumah. Rumahnya ternyata lumayan besar. Dalam hati gue bisa berkata “orang kaya begini masih aja minta dibeliin beginian sama gue” yah itu dalam hati.

                Gue pun segera mengetok pintu rumahnya dan keluar juga akhirnya bang arif didu. Dan terlihat bahwa dia sepertinya masih abis makan KFC terlihat dari tangganya yang masih memegang ayam yang ditepung.

                “akhirnya martabaknya datang juga, masuk-masuk”

                Sampai disana gue pun disuruh duduk. Dan ditawarkan minum

                “ma, ambilin air dong”

                “air apa nih cola-cola atau sprite”

                “air putih aja mah”

Fix banget bahwa bang arif didu super duper menyebalkan akan tetapi semua ilmunya sangat bermanfaat. Dan disana bang arif hanya menyuruh kita untuk menulis. Tapi dia menjelaskan hal yang penting

“menurut kalian materi itu di dapat dari mana?”

“dari observasi jawab gue”

“yah itu juga bisa. Akan tetapi apa lagi”

“cerita diri sendiri”

“nah itu ternyata jokes itu paling banyak ada di diri sendiri. yang ga mungkin orang lain punya”

 “sekarang kalian tulis premis dalam waktu 3 jam ini”

“kalian tahu premis kan”

“tahu bang”

“apa. Yah itu bang bagian yang enggak lucu bukan”

“hampir bener, kalo kamu mugabe”

“kalo maen catur seri itu premis”

Bang arif didu langsung merasa menyesal telah memberi kesempatan mugabe untuk bertanya. Rasanya kalo waktu bisa diulang kembali dia akan memilih untuk tidak bertanya kepada mugabe.

“oke premis itu adalah kata pengantar yang difungsikan untuk membimbing penonton ke Jokes yang mau dibawakan, paham”

Gue sama mugabe saling bertatapan dan menggelengkan kepala dengan serentak. Gue rasa otak gue memang terlalu jarang dipakai. Sehingga mungkin saja ada laba-laba yang tinggal di kepala gue.. lalu tanpa memahami penderitaan kita bang arif didu menjelaskan lagi. tentang premis

Oke gini mungkin harus gue gunakan denngan  mengunakan contoh. Seperti ernest
dalam penulisan premis pun ada triknya loh, mau tau?

“tentu saja”

triknya yang paling umum adalah, jangan sampai terlalu panjang kenapa? penonton bisa bosen. kalo boleh menguti perkataan seorang comic handal jebolan KompasTV, Ernest Prakarsa "sebagai comic 100% nyawa kita ada di penonton, kalo penonton gak ketawa rasanya itu kayak pengen nangis" jadi jangan sampai membuat penonton bosan.
gimana contoh premis yang benar?

                nih gue kasih contoh lagi.

"mas Toilet dimana? tapi mas itu ditanya malah diem aja. Gue paling males sama orang kaya gini" << Contoh benar! 

"jadi begini, toilet adalah tempat untuk berak. jadi saya berinisiatif untuk bertanya ke mas mas yang lagi ngerokok di ujung jalan sana, mas toilet dimana ya? tapi mas itu ditanya malah diem aja. Gue paling males sama orang kaya gini rasanya ingin sekali berkata " << Contoh salah! .
Paham ?”

Lagi-lagi kita menggelangankan kepala. Akhirnya dia menjelaskan bahwa secara gampang  premis adalah

Premis = Topik + sikap lu kepada topik tersebut

Oke gue rasa kalian sudah paham. Kalo gitu sekarang kerja.  Akhirnya kita disuruh menulis sama dia. dan bang arif didu mulai nonton dan meningalkan kita.Dan dia dengan istrinya memakan martabak dengan semangat dimana itu dibeli dengan uang gue dan mugabe.
Sungguh-sungguh tindakan tidak bermanusiawi.

Setelah hampir dua jam menulis rasanya pegal sekali. Dari badan sampai pikiran. Tiba-tiba 
bang arif berkata kepada gue dan mugabe.

“kalian kenapa ingin menjadi komiK”

“gue tentu saja berkata bahwa gue sangat senang berada di panggung dan tentu saja ada satu hal yang saya pengen lakuin bang. Saya pengen ngebuat anak-anak saya bangga jadi jika nanti mereka liat saya mereka bakal bilang bapak gue tuh”

Yah sesederhana itu keinginan gue. Walaupun mungkin dalam pelaksanaannya tidak akan semudah itu. gue tahu ini tidak mudah akan tetapi ini harus dilakukan.
kalo kamu.

“untuk pengakuan”

“maksudnya?”

“saya ingin menunjukan kepada seseorang bahwa saya bisa menjadi orang suksestanpa dia dan  berharap nanti dia akan bangga dengan saya”

“siapa itu be kalo boleh  tahu”

“orang tua saya” kata mugabe. baru kali ini gue melihat mugabe begitu serius dan memang dia menjadi serius dengandunia standup walau awalnya dulu gue harus memaksa dengan sogokan indomie isi 2 selama seminggu.  Dan semalaman itu kita dipaksa bang arif didu untuk menulis premis sepanjang malam.

----------------------------------
Dari semua anak didikinya hanya kita yang paling sering kombud sama bang arif didu selama sebulan ini di karenakan mungkin karena kita adalah dua komik yang bang arif pilih dari jakarta. Kadang gue juga ketemu orang Indra Turner dari audisi makasar dan Lolox  dari audisi medan yang juga sama seperti gue  Danmugabe belajar untuk kombud. Senang rasanya ketika kita belajar bareng dalam standup.rasanya seperti ada teman perjuangan. setelah sebulan kombud dengan bang arif didu gue merasakan ada kemajuan yang cukup signifikan pada kemampuan gue standup.

Yah kemampuan gue rasanya meningkat dari awalnya Cuma orasi Ormas berubah menjadi  komedian amatir. Gue rasa kita berdua telah siap dengan kompetisi ini
-------------------------------------
Asrama kita sebagai salah 42 peserta yang mengikuti ajang pencarian bakat SUCI ini. Diharuskan untuk menginap di asrama. Dan kita akan tampil hampir setiap minggu.

Dimana kita sudah dibagi menjadi 6 kelompok.  Dimana memang ini maksudnya mewakili hari. Dimana gue termasuk pada grup hari kamis.  Begini Pembagian grup
gue satu grup
1.       Beno
2.       Ucup
3.       Adam
4.       Rigen
5.       Nyong Fei Hung
6.       Ebel
7.       sapiudin

Dan mugabe
1.       Mugabe
2.       Marcel
3.       Iay
4.       Putra
5.       Opick DKI
6.       Joesephy
7.       Fauzi Bowo

Opick DKI dan Mugabe ternyata satu grup. Persaingan antar teman akan terjadi. Akan tetapi ini mereka tidak akan habis ketika peserta jadi hanya tinggal 2 nanti. Peserta akan diundi lagi. gue berharap mereka akan aman-aman saja.  sampai babak selanjutnya.

Dan gue bertemu dengan ucup Jakpus. Entah kenapa setiap gue ketemu sama dia. dia selalu berkata bahwa.

“Lu lucu dam sayang kalo lu Cuma berada di batavia”

“lu ga bakal super kaya gue”

Yah mungkin disini juga merupakan ajang pembuktian bahwa. Batavia bisa bersaing di kompetisi ini bukan hanya memeriahkan saja.

Di asrama gue sekamar dengan mugabe. tentu ini bukan disengaja akan tetap ini merupakan kocokan. Sebenarnya ada satu kamar lagi yang berisi Cuma 1 orang. akan tetapi itu adalah kamar dari joesephy dimana nanti mungkin gue akan dihasut untuk cari 2. Cari 2, cari 2 sampe mampus.

Di Asrama kami keluar dan di dalamnya terdiri dari 42 orang komika. Yang mempunyai sifat-sifat yang aneh.  Dan berada menjadi satu bagian dari mereka gue merasakan cukup bangga.

--------------------------

Akhirnya minggu pertama dimulai juga. Minggu pertama adalah minggu yang berat karena semua memunculkan materi-materi terbaiknya.  Hari senin-rabu gue sudah mulai melihat ada beberapa comik yang mungkin karena baru pertama kali dia sangat grogi berada di depannya jadi tidak terlihat luwes dan akhirnya  kali itu gue juga melihat beberaap komik yang close mic.

Besok adalah  hari dimana gue akan maju. Gue merasa sangat deg-degan sekali bagaimana jika gue gagal. Tekanan untuk terus maju begitu besar. Penonton yang banyak membuat gue merasakan bahwa ini adalah panggung yang sesungguhnya. Tiba-tiba di belakang gue di tepok oleh mugabe “dam kenapa lu?” tanya muagabe yang disampingnya bersama dengan joesephy dan opik.

Melihat hal itu gue langsung menebak

“lu berdua gabung  purpulis ya?”

“enggak kok”

“joe sephy tadi mau kombud sama gue” gila joesephy kau menilai mugabe terlalu tinggi.

“lu percaya sama dia joe”opik mengimbuhi

“iya kata om ramon mugabe komik dengan selera tinggi” kata joesephy membagakan om ramon dan mugabe secara bersamaan “ahh lu bisa aja”

“tapi gue lagi laper makan dulu yuk di bawah”

“yaudah yuk makan ke bawah”

Akhirnya kita ke dapur asrama dan disana sudah banyak orang-orang yang makan-makan disana. Dan joesephy pun akhirnya kombud denang mugabe.”gue ini anak pertama dari 4 bersaudara jadi kaka itu ga enak,, nah itu gue bingung punchlinenya”

“apa ya joe. Jadi kaka itu ga enak mending jadi bimbim”

“materi apa itu” teriak gue dalam hati Cuma.

“nah saya catet ya bang mugabe”

“atau gini aja jo. Gue itu paling males ya jadi anak pertama harus bertanggung jawab. Makannya kalo ada yang berani sama adek gue.gue tonjok tuh “ Kata opik dengan nada keras.

heran kayaknya SUCI ini lebih cocok menyeleksi audisi buat diadu sama macan kayaknya

“nah saya catet dulu bang opik”

Tapi mungkin disitu lah serunya dalam berstandup sudah lama berstandup bukan berarti kamu bisa lucu karena standup itu akan selalu terus berkembang mengikuti zaman. Atau mungkin orang itu berbeda selera dengan kita.

Akhirnya malam itu kita combudin joesephy dengan sharing materi kita juga untuk show pertama. Dalam standup mungkin kita bersaing akan tetapi kita tetap sportif. Layakyan di film hunger game. Gue yakin dalam lubuk hati yang terdalam bahwa katnis tidak ingin ada seseorang pun yang harus mati dalam permainan ini.

Tapi ini lah permainan.
---------------------------
Akhirnya hari ini adalah hari gue maju dan akhirnya gue menyiapkan semua materi gue yang terbaik. Dan di belakang panggung gue bertemu dengna ucup.

“eh adam. Standup batavia ya? Yang jago dancer itu ya”

“hahahaha ngeledek aja lu”

“udah lah daripada lu standup mending lu dancer nanti” hati gue sudah mulai panas dibilang seperti itu.

“udah lah bentar lagi gue maju” gue tahu seharusnya gue ga berdoa ini. Tapi gue sangat berharap sekali bahwa ucup gagal malam itu. gue berharap bahwa dia ngebomb malam itu. akan tetapi ternyata tidak ucup tampil dengan sangat pecah.

Dan setelah ucup macu adalah gue.

Akhirnya mentor gue memangil gue dengan “ini dia adam Suaminya inul”

                Akhitnya gue maju akan tetapi dengan mood yang sangat ga enak waktu itu. gue maju dengan hati yang masih sedikit kesel. Gue bahkan sempat nge blank tapi beruntung gue bisa fokus lagi dan mengangkat Crowdnya

                Juri pun pada komen Cing Temon “adam kamu tuh awal-awal ada gelisah ya  bahkan sempat ngeblank tapi semoga kamu aman”

                Raditya dika juga komen “ secara materi ini asik banget tapi pembawaannya kacau banget semoga kamu aman”

                Limbat pun juga komen “hmmm..hmmm..hhmmmm” dengan gaya nunjuk gue  dan jempolnya seolah-olah mengorok lehernya.

                Limbat disini tentu juga bukan juri tetap dia hanya juri tamu. Akan tetapi memang rasanya agak sedikit salah memang dimana yang diundang adalah limbat.

                Akhirnya setelah semua komik maju akhirnya masa-masa paling menentukan yaitu. Adalah masa-masa terakhir yaitu eliminasi.

                Gue berada ternyata berada di dua terbawah. Bersama ebel. Waktu itu gue berpikir gue sudah pasti kalah. Akan tetapi  ternyata malam itu yang keluar adalah EBEL

Gue selamat malam itu. besoknya adalah mugabe, dan opik yang maju. Akan tetapi mereka berhasil. Dan langsung ke babak aman karena iay langsung keluar.
----------------------
Hari minggu adalah hari kombud dengan mentor-mentor masing-masing jadi gue sama mugabe ke tempat mentor lagi akan tetapi ternyata yang dateng hanya gue dan mugabe. yah hanya gue dan mugabe karena ternyata kenapa bisa begini jadi masing-masing memang mentor memang mendapatka  6 Comic. Dari 7 mentor yang tersedia akan tetapi semua yang dimentori arif didu semuanya keluar. Hanya menyisakan 2 orang.

 gue sempat merasa bahwa mungkin di mentori oleh bang arif didu. Adalah sebuah kesalahan.
akan tetapi kalo dilihat dari dia. mungkin juga dia salah memilih kita.

mungkin ini yang dinamakan

maju kena – mundur juga kena