Jumat, 27 April 2018

Suhu Yo dan Misteri pembunuhan di Villa


Pembunuhan di Villa
“SUHU YO!!!!!!”

“SUHU YO!!!!”

Pagi itu ada suara pintu yang mengetuk dalam ke rumah ini lagi. Suaranya begitu panik sehingga membangunkanku dengan segera. Akupun segera membukakan pintu itu dan terlihat muka seorang yang sepertinya begitu ketakutan dan panik.

“ada apa pagi-pagi begini?”

“Tolong bantu saya suhu Yo, kumohon cepat anda ke vila Cendana itu”

“ada apa ?”

“ada peristiwa pembunuhan”

Suhu Yo tiba-tiba muncul dari belakangku.

“aku rasa kita tidak punya banyak waktu dit”

Segera setelah itu Suhu Yo segera bergegas. Hal ini bukan pertama kali suhu yo melakukan pekerjaan dan pangilan mendadak ini. Banyak kasus lain yang pernah dia juga alami.  Di perjalanan menuju tempat kejadian.

Suhu yo mulai  Bertanya-tanya bagaimana kasus sebenarnya.

“Terjadi pembunuhan di Villa yang hanya dihuni oleh pasangan suami istri, maaf sebelumnya perkenalkan nama ku adalah Max”

“ baik max, Bagaimana Rinciannya?” tanya Suhu Yo bertanya dengan tenang

“Sang suami meninggal di tempat dan sebenarnya tersangka utamanya sudah ditangkap”

“kalo begitu buat apa kamu memangilku?”tanya suhu yo sopan

“Karena tersangka utamanya adalah adik saya adik saya tidak mungkin membunuh pria itu dia bahkan tidak bisa membunuh hewan. Aku harus akui memang dia pernah terliat lembah hitam dia menjadi pencuri tapi saya berani taruhan dan yakin dia tidak akan membunuh”

“Lalu bagaimana dia bisa menjadi pelaku?” Tanyaku keheranan

“Jadi waktu kemarin sebenarnya adalah waktu aku menjemput dia dari kota besar. Akan tetapi aku tidak bisa menjemputnya. Dikarenakan Istriku tiba-tiba sakit. Dan kemarin hujan deras. Waktu kemarin aku tidak berpikir macam-macam. Tapi setelah aku mengantarkan istriku dia 
juga belum dating aku berpikir mungkin dia menginap di dekat stasiun kereta karena memang cuaca dan keadaan tidak mendukung”

“lalu bagaimana?”tanyaku penasaran

“dia menjadi pelaku pembunuhan dengan pisau dan korban yang berada di sampingnya”

Akhirnya kita pun sampai pada rumah itu.

Rumah yang memang cukup menyeramkan akan tetapi berada pada daerah padat dikota.cat-cat yang mengkelupas. Jarak kiri dan kanan dari rumah ini memang tidak ada orang.

Suhu Yo. Turun dan melihat ke sekeliling..

“adikku sudah dibawa ke kantor polisi katanya lebih baik kita kesana terlebih dahulu suhu”
Kita segera berjalan lagi meningalkan rumah yang baru saja menjadi tempat berdarah dimana terjadinya pembunuhan
--------------------------

“perkenalkan nama saya Suhu Yo, Kakak ku yang memangil aku untuk kesin. Nama kamu adalah john bukan?”

Kita sekarang berada di ruangan intrograsi. Di kantor polisi. Ruang introgasi ini diberikan kepada kami. Karena kami diangap bisa membuat pihak kepolisian membuat dia mengaku bahwa dia adalah pelakunya.

“Percayalah kepadaku aku bukan pelakunya. DEMI ALLAAHH” kata dia merengek.

Mata yang meminta penuh empati akan tetapi ini mungkin adalah mata yang mengeluarkan tatapan pembunuh yang kejam.

Suhu yo dengan tenang mengamti semua gerak-gerik dari John. Mata suhu yo seperti seorang elang yang melihat korbannya. Dengan tenang suhu yo bertanya “ kalo begitu bagaimana cerita yang ingin kau sampaikan?”

John pun akhirnya segera berkata

“kemarin itu adalah hari dimana aku akhirnya baru pulang dari kota besar. Aku telah mencoba peluang di kota besar akan tetapi ternyata gagal. Akhirnya mungkin benar yang kakaku bilang mungkin aku akan membantu dia di desa ini aku meminta kakak ku. Aku pun kembali kemarin ketika sampai aku ternyata kakak yang harusnya menjemputku juga tidak bisa hadir. Akhirnya aku berdiam di stastiun ketika aku berpikir aku akan bermalam di stasiun tiba-tiba dewi fortuna atau kesialan dating menghampiriku. Seorang laki-laki dan istrinya yang beda umurnya sekitar 20 tahunan dating kepadaku dia berkata dan menawarkan kepadaku daripada kamu bermalam disini bagaimana dengan menginap di rumahku. Laki-laki itu memang baik sekali . dia tidak menaruh curiga sedikitpun kepadaku. Beda dengan istrinya yang berkata apa kamu sudah gila membiarkan orang yang tidak dikenal untuk masuk ke rumah kita tapi pria itu malah meyakinkan bahwa keadaan sedang hujan kasian kalo dia tidur disini. Dan karena aku berpikir cuaca telah hujan Akhirnya akupun mau untuk kerumahnya”

“disana aku diperlakukan dengan sangat aik seolah-olah aku adalah anggota keluarga dari lelaki itu dia memberiku makan dan membiarkan aku tidur di ruang tamu di lantai atas. Laki-laki itu mempunyai ruang kerja juga di lantai 2 dekat dengan tangga”

“boleh kau gambarkan denah rumah itu?” suhu yo meminta

Dia segera mengambarkan dengan tangan kirinya. Gambar yang seadanya itu memang tidak terlalu buruk dalam taraf kita masih bisa memahami denah itu aku raas pemuda bernama john ini  memang tidak punya bakat untuk mengambar.

“pada malam itu aku mendengar bunyi”

“gedubrak”

“Dari ruang sebelah awalnya aku tidak begitu peduli tapi bunyi teriakan dari ruangan itu. Akhirnya membuatku penasaran. Akupun melangkah keruangan kerja bapak itu. Dan disana aku melihat seorang dengan memakai topeng dan dengan bapak-bapak itu sudah terkapar. Orang bertopeng itu langsung segera mau menyerangku juga.tenaganyan cukup besar. Kita akhirnya terjatuh dan aku menendang dia sekuat tenaga dia terjatuh melepaskan pisau yang dia pegang. Dengan naluriku bertahan hidup aku segera mengambil pisau itu. Sang pria bertopeng segera mau berlari dan aku menariknya sekuat tenaga bajunya sobek dan disebelah kanan ada sebuah tato berlambang malaikat bewarna hijau. Dia menendangku dan segera kabur. Aku ingin segera menangkapnya akan tetapi aku memilih untuk mengawatirkan korban. Tapi sayangnya nyawa korban sudah tidak terselamtkan.

Ketika aku sedang meratapi dan berteriak “siapapun tolong PANGILL POLISI” tiba-tiba polisi datang dan berkata “jangan bergerak” mereka menduga akulah yang melakukan pembunuhan terhadap pria itu pisau pembunuhan itu ada sidik jari tanganku dan tidak ada bukti orang masuk dari dalam. Yang menelpon adalah istrinya yang tidur di lantai bawah.

“Pembunuh”

Dan itu adalah teriakan dari istrinya yang memagilku begitu

Begitu kau mendengar ceritanya tentu polisi juga bertanya hal yang sama dan juga telah menceritakan hal yang sama kepada kami polisi juga menemukan bahwa waktu kemarin hujan pada saat malam itu akan tetapi tidak menemukan bekas air atau tanah yang masuk dan tidak ada kerusakan di pintu-pintu yang ada. Secara logika apa yang disampaikan oleh John ini rasanya agak sedikit mustahil dilakukan bagaimana mungkin orang luar bisa masuk tanpa merusak. Aku berani yakin dia adalah orang yang ingin mencuri lagi dari rumah itu. Melihat dia mempunyai background pencurian. Dan mungkin ketika dia sedang melakukan dia membangunkan bapak yang memiliki rumah dan pencarian berujung dengan perkelahian antara 2 orang dan akhirnya pemilik rumah terbunuh akan tetapi karena terlalu berisik membangunkan istri yang mempunyai rumah.

Pasti begitu. Tapi kalo mendengar dari john masih ada sesuatu yang merasa mengganjal. Mata yang seolah-olah sangat sedih. Mata yang berusaha meneriakan ketidakadilan yang dia rasakan. Ada dua hal yang pasti apakah john ini jago berakting atau memang mungkin dia bukanlah pelaku sebenarnya.

Suhu Yo hanya diam. Setelah mereka bercerita.

“Kumohon Percaya kepadaku”

Suhu yo terdiam dia melihat jam tangan yang dia punya. Kamu tahu pak john.

“Dalam proses membuat orang percaya. Sebenarnya seorang itu harus meragukan orang itu dahulu tersebut untuk mengenali orang itu lebih dalam. Dan aku akan terus melakukannya. Aku akan terus meragu kepada kamu dalam proses menuju aku percaya kepadamu”

“jadi kau percaya kepadaku?”

“Boleh kubilang bahwa aku ingin percaya”

“Terima kasih”

Setelah itu Suhu Yo. Pergi meninggalkan john dan aku mengikutinya.

“apa kau mempercayainya Suhu Yo” kataku sambil bertanya kepaa suhu Yo

“Seperti yang aku bilang. Aku masih mencurigainya tapi aku akan memberi tempat kepada Kenyataan”

“maksudnya”

“memang ketika kita sudah ditempatkan bahwa menentukan bahwa dia adalah pelaku  akan tetapi aku tidak ingin melakukan hal itu dengan terburu-buru aku ingin memastikan bahwa dia memang pelakunya 100% dan kalo masih ada 1%  kemungkinan bahwa dia bukan pelakunya aku ingin itu sejelas-jelasnya”

“kamu mengerti maksudku kan?”

Kita ke sebuah rumah sakit. Suhu Yo bertanya ke sebuah suster. “dimana ruang mayat. Dan dimana mayat bapak Andrew”

“ohh korban tadi pagi ya?”

“aku kasihan dengannya dia adalah orang yang baik” Suster itu menimpalinya
Suhu Yo terdiam

“bahkan orang baik ini meningal karena kebaikannya” Suster itu menimpali

Akhirnya suster itu menunjukan tempat mayat dan melihatkan sebuah mayat yang mengalami tusukan di dada sebelah kiri. Dan berapa benturan di muka bapak Andrew ini. Suhu Yo memperhatikan tapi aku tetap tidak menemukan apa yang mau dcari oleh Suhu Yo. Dia dan pemikirannya.

Hujan kembali lagi pada Sore itu.

Seolah Suhu Yo sudah mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan. Iya segera menuju ke rumah dari sang korban. Dia melihat sang Istri dan keadaan rumah yang sedang ramai yang ingin menyampaikan bela Sungkawa terhadap bapak Andrew. Akan tetapi rumah itu sama sekali tidak boleh dimasuki dulu masih ada Police Line walaupun katanya pelakunya sudah keahuan.

“Halo Ibu Maria, Saya adalah Suhu Yo. Seorang yang sedang menyelidiki kasus suami anda” Sapa Suhu Yo.

Tapi wanita itu mengangkat tangannya dan dia sepertinya masih bersedih sekali karena kehilangan suaminya.

“Saya turut berduka atas kehilangan suami anda” kata suhu Yo

“saya juga turut berduka cita ibu maria”

“bolehkah saya memeriksa sekeliling rumah ini”

Suhu Yo mulai mengeledah semua ruangan ini dari lantai 2 dan sekelilingnya. Suhu Yo mulai menggerakan semua yang tidak aku mengerti apa yang dia cari tapi aku tahu yang pasti sahabatku ini pasti sedang menyambungkan semua benang merah yang ada.

Sudah hamper 2 Jam Suhu Yo menyelediki dan akhirnya dia menemukan sesuatu di halaman belakang yang banyak rumput ini.

Dia tersenyum.

Senyum yang seperti senyum kemenangan seorang anak kecil yang telah berhasil menyelesaikan puzzle yang dibelikan ayahnya.

“ayo adit. Aku rasa urusan kita sudah selesai disini”

“ kita mau kemana Suhu?”

“aku rasa kita akan menginap selama beberapa hari dulu disini”

Akhirnya kita mencari hotel yang berada di dekat hotel sini.

                Selama Seminggu akhirnya kita berada di dekat hotel disini akan tetapi kita tidak melakukan apa-apa. Akan tetapi setiap malam Suhu Yo keluar dan kembali tengah malam akan tetapi dia tidak memberi tahu apa yang dia lakukan. Max pun sudah muncul dan mempereingatkan bahwa dia hanya punya waktu 1 minggu karena setelah itu dia berada di persidangan.

                Sampe akhirnya kita ke rumah itu lagi.

                “Ibu Maria bolehkah kita bicara sebentar”


                “bagaimana Suhu Yo?”

                “Besok adalah hari dimana orang yang menjadi pelaku pembunuhan suami anda terungkap”
              
               “yah aku harap dia mendapatkan yang seharusnya dia dapatkan” timpal bum aria
                
             “yah kecuali kalo dia memang pelakunya seperti yang dilakukan pada pembelaannya maka                  akan terlihat sangat menyakitkan bagi dia”
                
            “Bagaimana maksud anda suhu Yo?”

“yah dia adalah orang kidal akan tetapi tusukan yang diterima oleh Bapak Andrew ada luka tusukan di dada Kiri, agak janggal bukan seharusnya tusukannya akan lebih mudah kalo di menggunakan tangan terkuatnya apalagi ketika itu sedang beradu kekuatan dengan pak Andrew dan entah kenapa saya Cuma merasakan bahwa dia bukan pelakunya”
             
Aku terkaget begitu juga. Dengan ibu maria dia pucat pasi.

 “maksudnya bagaimana?” ibu maria berkata tambah kaget

“bagaimana jika pelakunya adalah orang lain?”

“tapi bukannya polisi sudah menjelaskan kepada anda bahwa tidak ada usaha masuk dari luar. Bahkan waktu itu hujan deras. Jejak kaki seseorang akan mudah terlihat jika ada orang yang masuk apalagi tidak ada kerusakan. Bagaimana mungkin caranya orang itu masuk”

“Kalo dilihat memang mustahil Ibu Maria akan tetapi bagaimana kalo misalnya pelakunya itu sudah berada di dalam Rumah”

“ibu maria terdiam”        

“pelakunya sudah berada di dalam rumah itu sebelum hujan itu tiba”

“Tapi tidak ada kerusakan pintu sama sekali bukankah polisi sudah menjelaskan itu semua kepada anda suhu yo”

“itu mudah sekali bu maria”

“tentu saja ada orang dalam yang membantunya kau adalah orang itu Bu Maria”


“dan itu yang menjelaskan kenapa di pintu belakang hanya ada satu jejak keluar”

Bu maria terdiam.

“Apa buktinya kalo aku adalah pelakunya.”

“Tentu buktinya tidak akan lengkap. Tapi ini adalah kota kecil. Kau tahu apa kebiasaan orang yang melakukan kejahatan setelah mereka berhasil menyelesaikan kegiatan. Mereka akan lebih sering bertemu bu maria untuk menutupi kejahatan mereka membuat scenario yang membuat mereka semakin berhasil. Kau mungkin tiak sadar bahwa aku selama ini telah mengikutimu selama 1 minggu belakangan ini dank au sudah 3 kali berkunjung ke kota sebelah. Dimana tempat bisnis suami berkembang. Aneh bukan seorang yang telah kehilangan harusnya berada di rumah dan merasa kehilangan akan tetapi anda lebih terlihat seperti orang yang panic. Duguanku ternyata benar kau bertemu dengan pria tampan bertato malaikat bewarna hijau. Adalah bawahanmu bernama Marco kan. Jangan berpikir aku mengikuti dia dan menunggu dia membuka baju. Mudah sekali bahwa kita berada di kota-kota kecil. Dimana tukang tato itu sedikit. Jadi sangat mudah untuk menanyakan siapa saja yang pernah membuat tato itu”.

“Kau tidak punya bukti bukan?” Sanggah ibu maria

“Tentu tidak untuk saat ini. Tapi segera polisi akan segera menyelidiki Marco. Melalui penyelidikanku dan persidangan bisa ditunda.”

“Kau Tahu sebenarnya aku tidak pernah ada niat untuk membunuhnya” tiba-tiba air mata maria keluar.”Tapi aku memang tidak pernah ada rasa cinta untuk pria ini. Aku tidak akan pernah mencintai orang yang mengangap diriku hanya sebuah pajangan yang dipamerkan untuk acara-acara”

Hening lama berkepanjangan

“Aku tahu dia tidak pernah mencintaiku. Aku hanya mencintai Marco tapi aku sebenarnya tidak berencana untuk membunhnya marco yang menginginkan bahwa setelah dia terbunuh maka semua warisan akan didapatkan olehku tapi entah kenapa aku masih merasa sedih kehilangan Andrew”
--------------------------------

“Terima kasih” Jon dan Suhu Yo berterimakasih kepada Suhu Yo.

“yah sama-sama mengungkapkan kebenaran memang tugas seorang detektif bukan” kata suhu yo

Sambil membuka Koran dengan headline Pembunuhan kejam Andrew direncanakan oleh istrinya sendiri

“Ada apa adit?” Tanya suhu Yo kepadaku

“entahlah aku Cuma merasa bingung kenapa bisa Maria yang merasakan kesedihan juga kehilangan Andrew dapat melakukan hal itu kepadanya”

“kau tahu kenapa banyak orang bingung dalam menentukan pasangan hidupnya?”

“karena itu buat seumur hidup?”

“hmmm pernyataan mu  tidak sebenarnya salah akan tetapi otak manusia sebenarnya dalam menentukan pasangan dari 3 hal, Hasrat dia, Orang yang dia pedulikan, dan orang yang ingin dia hidup bersama.  sayangnya ketiga hal ini berada di tempat yang berbeda. Dan ketiga bagian ini jarang memunculkan 1 orang yang sama”

       Hening berapa lama untuk mencerna omongan dari Suhu Yo

“dan itu yang dirasakan oleh maria. Dia mencintai marco akan tetapi dia tanpa sadar sudah menyanyangi Andrew yang telah begitu baik padanya. Sekarang dia harus menelan pil pahit itu sekarang”

“pil pahit yang bernama Penyesalan”

Angin bersemilir hangat pada siang hari itu. Kendaraan itu berjalan kembali kekediaman detektif
                                               


               
               
                 




Rabu, 25 April 2018

Tamat (Part 19 Final)



“kring-kring-kring”

Gue akhirnya bangun di kostan gue. Kostan gue masih berada di tempat yang sama di depan gue masih ada mugabe. beberapa bulan lagi memang kita ingin pindah ke tempat yang lebih enak kita berdua patungan untuk menyewa sebuah rumah bersama.

                Hari ini gue  ada janji dengan devi. dan mugabe juga ingin bertemu dengan bapaknya. Akhirnya gue segera pacu motor paijo gue dengan cepatnya. Karena lagi-lagi gue terlambat untuk mengisi acara standup.

                Siapa yang menjadi juara.

                Ohh tentu saja kalian penasaran ya.
               
                                Yang juara 3 adalah Ucup. Dari Jakpus.
                                Yang juara 1 adalah Opick DKI. Dari Batavia.
                                Selamat buat  opick telah berhasil membuat batavia.
                               

                Bagaimana rasanya menjadi kedua setelah berusaha yang terbaik?  Rasanya perasaan yang sangat ga enak. Dan gue berpikir gue juga gagal untuk menyelamatkan nyawa dari ayah Mugabe akan tetapi akan tetapi ternyata Ucup dan opik juga membantu biaya perawatan dari ayahnya mugabe. bahkan seluruh Standup Indo turun tangan untuk membantu rasanya kekeluaragaan terasa sekali.

                Lalu bagaimana dengan kelanjutan dari kisah masing-masing dari setiap orang.  mungkin kita harus menceritakan dahulu dari masing-masing. 

Opick  dia tetap marah kepada gue dan mugabe bahkan dia ingin sekali putus hubungan dengan anak-anak batavia. Sebenarnya semua udah berusaha untuk ngajak dia akan tetapi rasanya semua usaha kita sia-sia dia ga mau dengerin kita.

Dia sudah membulatkan tekat dan ingin fokus di RGM dan tentu saja RGM sangat senang sekali mendapatkan opik yang juara 1.

“hidup opik Juara 1 “ papazidanezidan

“hidup RGM” anca atis

“hidup  kita dapat uang banyak” papazidane dan anca atis

Terakhir kali gue melihat opik dia bergabung dengan hari tano untuk ngebuat suatu grup musik.

Sebenernya hari tano udah dibilangin bahwa standup itu kayak komedi ngomong sendiri di depan akan tetapi mungkin karena sudah terlalu lama terbentur kepalanya atau niat menjadi pimpinan negara selalu gagal dia berpikir bahwa  orang yang bisa ngomong sendiri di depan pasti suaranya bagus.

Mugabe nasibnya bapaknya telah sembuh dari penyakitnya yah bapaknya dalam tahap rehabilitasi. Mugabe akhirnya berniat untuk melanjutkan cita-cita bapaknya untuk tetap menjadi pesulap yang diinginkan bapaknya.

Tapi dia juga tidak ingin kehilangan keluarga di standup makannya katanya dia juga akan mencoba menggabungkan standup dengan sulap.dimana kalo dipikiran gue mugabe lagi standup lagi ga lucu maka dia akan segera melakukan teknik sulap meloncat cincin api.

“yah seengaknya walau ga lucu tapi menghibur”


Bagaimana dengan batavia. Batavia akhirnya sedikit diakui dan mulai diakui. Akan tetapi karena setelah konsul yang agak panjang dengan beberapa orang yang bergabung dengan indo akhirnya batavia berubah nama jadi standup Mangga besar. Standup mangga besar ini akan berada  di bawah standup Indo Jakarta Pusat.

Q yang merupakan pendiri merasa tidak setuju dan sejalan dengan ide anak-anak akhirnya dia melepaskan diri. Kita memang tidak bisa memaksakan kehendak semua orang. dan akhirnya @adhityaiska yang tetap menjalankan komunitas ini.

Kring...kringg

“dam lu dimana” tanya suara itu panik

“lagi di jalan bentar lagi.”

“cepetan lu. Bentar lagi gue mau naek.”

“iya ini juga lagi ngebut.”

“iye dit.”

Akhirnya gue jalan dengan ngebut. Tapi memang jalanan di jakarta memang lagi macet-macetnya. Gue harus melakukan manuver-manuver seperti yang dilakukan oleh motor di iklan yamaha nyalip kiri, nyalip kanan, nyalip yesus.

Sambil berkata ke arah belakang “gesit kan” yah gue melanjutkan dengan kebut-kebutan.

-------------------------------

Setelah sampai devi sudah berada di depan gue dia ngomel

“kamu bagaimana sih. Udah ditungguin daritadi.”

Kata devi sambil mencubit gue

“aku diomelin sama adit”

Oh iya devi sekarang menjadi manajer dari SUC mangga Besar. Dia yang mengorganisir semuanya dari acara dan sampai semuanya. Tentu saja  dia juga dibantu oleh sih @adhityaiska

“hehehehe. Gapapa sekali-kali”

“enak aja kamu sekali-kali . aku mah sering diomelin sama dia”

                Emang sih kalo dipikir-pikir adit emang agak sedikit strict juga kalo masalah beginian.

“yaudah kamu masuk sana”

“aku minum dulu. baru banget nyampe”

devi pun segera masuk dan meberi tahu adit yang sedang diatas panggung bahwa adam telah datang. 
Adit adalah MC yang lumayan bisa menunda-nunda.

Dan ketika gue baru mengambil minum. Devi sudah mendorong-dorong gue untuk ke panggung

“dan kita panggilkan yang ditunggu-tunggu oleh kita” kata adit sebagai  MC

“headliner kita juara 2 Stand Up comedy Instant”


“Ridwan adam”


Devi pun menepak punggung gue dan berseru “semangat” sambil tersenyum

Gue pun maju sambil memegang botol aqua ditangan kanan gue.


“perkenalin nama gue ridwan adam gue jomblo dan punya 2 anak. Yap betul gue duda”
Semua pun melakukan gelak tawa

---Fin—





Dear sadia dan garry

Bapak tahu mungkin bapak belum bisa untuk memenuhi biaya pendidikan kalian sekarang. Karena uang untuk kalian sudah habis membantu bapak mugabe. akan tetapi bapak ingin sekali kalian belajar dari mugabe yang begitu sayang sama bapaknya.

Walaupun mungkin mereka ada cekcok tapi mereka kembali lagi. bapak harap kalian juga seperti itu walau ada masalah apapun akan tetapi kalian bisa untuk terus kembali lagi. bapak akan berusaha untuk tetap memenuhi janji ibu kalian




Bapak sayang kalian...


Grand Final (part 18)


“Akhirnya kita sampai pada masa Grand Final”

Yah kita sudah mencapai ke 3 besar. Mereka bertiga akan segera menunjukan kepada indonesia siapakanh dari mereka yang terbaik.

                Ada ucup dari “JAKPUS”

                Ada Opik dari “Batavia”

                Ada Adam dari “Batavia”

                Ada dua anak Batavia di grand final ini bung uus. Gila ya. Mereka  gokil-gokil. Udah lah daripada kita berlama-lama sudah kita panggillkan saja mereka untukStand Up disini. akhirnya opik dan ucup melakukan penampilannya dan bisa dibilang pecah. selanjutnya adalah gue. ada beban mental di pikiran gue. ga sadar gue bahwa mc udah sampe siap-siap manggil gue.

"udah kita panggil aja"

"Ridwan Adam"

gue pun maju perlahan. dan mungkin in adalah panggung yang dicari oleh setiap komika di indonesia

Prkenalin nama gua ridwan dan gua anak kedua sdari tiga saudara kk gua nama nya ela dan adik gua nama nya eli,seharus nya nama gua ello ya biar klop dan siapa tau jd artis klo gua jadi artis ngapain disini mening gua main bigo.

Dan gua udah merid umur gua baru 26 dan punya anak dua.umur 26 thn punya anak 2 itu sulit di bedain ya,bini gua yg subur apa gua nya yg terlalu nafsu.                       

Waktu punya anak pertama gua seneng campur sedih ,,, seneng nya berarti gua tokcer dan sedih nya disaat itu gua blom nikah.masa allah                       

 Gua juga termasuk nikah muda dan kata org nikah muda itu enak jd gua sama anak gua bisa tukaran baju.sekalinya tukaran baju,gua malah diketawain.anak gua pake batik gua nya pake baju boboiboy.                        

 Klo buah emg ga jauh dari pohon nya dulu gua kidal dan skrg anak gua juga kidal.dari mulai nulis 
kidal,makan kidal sampai ngunyah nya juga kidal.                       

Tapi alhamdulillah semenjak gua ajarrin trus sekarang dia klo makan,,,lepas tangan                       

 Anak gua juga badung dan setiap pulang kerja ada aja laporan dari nyokap gua.

Ridwan anak lu berantem sama adik nya,,,

Ridwan anak lu berantem sama tetangga ,,,

Ridwan selamat anak lu masuk final.                        

punya dua anak masih kecil kecil,,,punya anak kecil itu repot bgt apalagi klo malam nangis trus,,,mata sepet sepet bikin susu,,,tp masih nangis ,, ga tau nye susu nye masuk ke lobang idung anak gua                       

Habibi itu sayang bgt sama ainun dan saking sayang nya ada yg buatin dia film,judul nya habibi dan ainun.

Klo gua saking sayang nya ama istri gua,,dibuat malu sama mamang" kredit gara gara ngambil perabotan kaga bayar.                       

semenjak jadi duda tuh kehidupan gua ga bebas,,klo gua mau nongkrong ama tmn" gua di suruh bawa anak ,, ini bukan nya knp knp?takut nya anak gua ini ngikutin keseharian gua dan bakal ngelunjak takut nya ,, misal nya klo anak gua hbs makan terus bilang ke gua ,,,"pak asem ni mulut , bagi rokok dong " atau pak mabok yu,ceban pertama ni.

Nama gue ridwan terima kasih

Dan setelah selesai standing aplause di dapatkan oleh juri-juri.

Akhirnya selesai juga.

Usaha dua tahun gue dengan ini semua.


Dan pemenang untuk juara SUCI 3 adalah...

lakukan yang benar (part 17)

Ada hal yang harus kita lakukan bahkan kita tahu itu hal yang berat. Karena kita tahu itu adalah hal yang Benar

Babak sudah mencapi 6 Besar

Akhirnya gue dan Opik tidak pernah ngobrol entah itu ketemu di asrama atau di panggung. Dia masih terlalu kesal dengan gue.  Babak memang sudah mencapai 6 besar dan 3 besar berasal dari Batavia menurut gue itu adalah suatu prestasi tersendiri.

Disaat sudah selesai show yang menyisakan
1.       Adam
2.       Mugabe
3.       Ardit
4.       Opick
5.       Ucup
6.       Ridwan remin

Tiba-tiba Ucup nyamperin gue. Dan memberikan gue selamat.

“selamat Dam akhirnya lu lolos juga.”

Melihat ucup memberikan gue selamat. Itu adalah salah satu hal yang ganjil sama ganjilnya kaya melihat santa calus yang membagikan kado saat natal ternyata beragama Budha. Seperti itu. ganjil banget

“Lu sehat kan Cup? lu dapet asupan gizi yang cukup kan di asrama?”

Seharusnya sih gue udah cukup karena di asrama memang makanannya enak-enak sih.

“Sehat lah lu galak amat sama gue dam?”

“Yah abis tumben aja. Seorang Ucup Jakpus ngasih selamat ke gue. Yang kalo lu mungkin lupa bahwa gue adalah dari Stand Up BATAVIA, yang mungkin kalo harus digarisbawahi NONREGIONAL loh cup”

“Hahaha lu mah masih dendaman aja”

“Kalo arti dendam ini masih mengingat-ingat beberapa pengalaman buruk yang pernah dilakukan oleh anak regional kepada kita seperti pernah ngecengin kita Stand Up Facebook, anak dancer, dan paling parah disangka penjaga museum bank  Indonesia. maka iya”

“Maafin deh itu dam”

Hening berkepanjangan ada diantara kita.

“Tapi dam sebenernya anak regional ga begitu kok”

“Maksudnya”

“Yah anak regional juga sebenernya welcome. Yah mungkin kenapa kita bertindak seperti itu ke Batavia. Mungkin karena kita ga saling kenal aja”

“Cup kita udah sering ketemu di Open Mic cup”kata gue dengan sedikietus

“Lu juga ga pernah negor mereka kan? Batavia selalu asik sendiri dengan komunitas mereka”
Apa yang dikatakan ucup memang benar adanya. Kalo dipikir-pikir kita jarang sekali menyapa mereka terlebih dahulu. Kita selalu berharap bahwa kita disapa terlebih dahulu.

“Tapi kalo gue boleh jujur gue agak salut dengan anak-anak Batavia liat aja dari 6 besar ada 3 orang dari Batavia”

“Gue juga ga nyangka sih” yah ini emang berkat dari didikan bang Arif Didu. Dimana dulu kita sebulanan suruh nulis premis.

Terima kasih lu harusnya sama gue. Bayang Arif Didu yang tiba-tiba muncul

“Pokoknya selamat dah. Dari zero to hero.

Ucup meningalkan gue.

Dan gue sadar bahwa mungkin regional telah sedikit memandang Batavia walau Cuma sedikit. Tapi gue berharap sudah.

------------------------------------------

Opik setiap melihat gue rasanya seperti mau ngebunuh. Entah itu dipanggung atau di asrama. Tatapan membunuhnya begitu kuat. Seolah dia akan mencincang, memanggang, gue dalam waktu dekat.

Gue kembali ke kamar asrama dan tiba-tiba gue melihat Mugabe. Mugabe disana sedang menelpon dengan muka serius. Ini pertama kali gue melihat Mugabe bermuka seperti itu.

“be kenapa”

“gapapa dam”

“Kenapa be. cerita-cerita lah”

“tadi dari rumah sakit katanya bapak gue harus segera dioperasi paling lama satu minggu ini. Kalo ga bener-bener bisa gawat”

“terus”

“200 Juta dam darimana gue dapat uang sebanyak itu”

“juara 1 SUCI ini be” kata gue memberi harapan kepada Mugabe.

semangat itu membuat Mugabe untuk terus maju dengan terus menulis dan iya selama 2 pertunjukan selanjutnya Mugabe memang selalu mendapatkan nilai tertinggi beda sekali dengan gue yang dua kali kemaren berada pada titik tidak aman berturut-turut.

Mugabe sudah sangat bersemangat

2 hari lagi,

 2 hari lagi,

Akan tetapi saat sebelum pertunjukan. Mugabe diberi tahu bahwa bapaknya sedang sekarat. Hal itu membuat dia tidak bisa fokus pada materinya. Dia berakhir dengan ngeblank dan mengeluarkan air mata. Kalo lu melihatnya secara langsung dan mengerti apa yang dia rasakan lu pasti akan menangis.

Tapi juri harus menilai juga secara objektif. Maka Mugabe keluar pada 6 Besar.

                                                 -----------------------

Mugabe akhirnya keluar dengan lemas. Dia tidak punya harapan lagi. maka gue sebagai teman akan berusaha untuk juara 1 dan memberikannya kepada Mugabe. yah gue tahu mungkin ini akan memberatkan gue, sadia dan garry .

Tapi terkadang kita harus melakukan apa yang memang harus dilakukan.